KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

TKDPD Lima Puluh Kota Lakukan Penceramahan Terhadap Mantan NII

Admin
Selasa, 24 Mei 2022
570 Dibaca
...

Lima Puluh Kota - Mempertahankan pancasila sebagai idiologi bangsa adalah tugas semua rakyat Indonesia. Untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, semua rakyat harus memegang teguh pancasila tersebut.

 

Demikian Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lima Puluh Kota H. Joni Amir, S.Sos, MM dalam sambutannya ketika melakukan pembinaan terhadap para mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) di Kenagarian Situjuah Batur, Selasa (24/5).

 

“Mempertahankan pancasila sebagai idiologi bangsa adalah tugas kita bersama. Untuk itu mari kita pegang teguh pancasila untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini”, papar Joni yang didampingi Kasat Intel Polres Payakumbuh AKP. Luhur Pachri, KBO Intel Polres Lima Puluh Kota Ipda. Suhasril, Pasi Intel Kodim 0306/50 Kota Letda. Arm Jefrimannedi, Wali Nagari Situjuah Batur Don Vesky Dt. Tan Marajo.

 

Dikatakan Joni, pancasila digali dari kehidupan bangsa Indonesia. Di dalam Pancasila ada kebinekaan, persatuan, kesatuan, keberagaman dan keadilan. Jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi.

 

“Pancasila itu sudah final dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, jadi sampai kita tergiur dan terbujuk rayu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melawan pancasila tersebut. Apalagi bagi kita orang Minang yang telah melahirkan para tokoh pemersatu bangsa,” ingat Joni.

 

Lebih lanjut Joni memaparkan, faktor pendukung kuatnya benteng pertahanan NKRI adalah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar juga merupakan potensi yang menguatkan negara ini dari pengaruh buruk dunia luar yang bisa merusak jati diri bangsa.

 

“Mari kita lawan paham radikalisme dengan memperkuat empat pilar kebangsaan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara bersama-sama. Sebab dengan bersatu kita akan kuat,” tutur Joni.

 

Joni mengingatkan, para pendahulu orang Minang sangat mencintai NKRI dan telah berkontribusi dalam mengokohkan dan menjaga serta merawat negara kesatuan ini. Semangat itu tentu harus diteruskan anak negeri ini buat menjadi garda terdepan menjaga NKRI.

 

Sebelumnya Wali Nagari Situjuah Batur Don Vesky Dt. Tan Marajo mengatakan, sebenarnya masyarakat Situjuah Batur adalah korban baiat NII. Hanya mengikuti pengajian sekali atau beberapa kali saja, tanpa disadari nama mereka sudah tercatat dalam daftar organisasi terlarang tersebut.

 

“Saya yakin, bapak dan ibu semua hanyalah korban baiat. Jadi tidak perlu merasa dikucilkan ataupun dicemooh masyarakat. Sebaliknya mari kita kembali berbaur dengan masyarakat seperti dulunya,” tutur Dt. Tan Marajo.

 

Lebih lanjut Dt. Tan Marajo mengingatkan masyarakatnya untuk senantiasa mewaspadai organisasi radikal dan intoleransi di tengah masyarakat. Sebab, kelompok tersebut bisa saja menjelma menjadi organisasi yang berpura-pura baik padahal tujuannya sebaliknya. Untuk itu masyarakat harus kritis dan berani melawannya.

 

“Ke depan jangan lagi kita terjebak dan disusupi pihak-pihak yang memiliki tujuan buruk. Mai kita waspadai setiap hal yang mencurigakan,” tuntas Dt. Tan Marajo. (gun)

Berita terkait
share Bagikan berita
facebook Facebook
whatsapp Whatsapp
twitter Twitter
`

Feedback